Ikuti Kami
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BIBU Panji Sakti Bertemu Zurich Airport, Masa Depan Pengelolaan Bandara Bali Utara Mulai Dibahas

Redaksi 62News 13/09/2026 4 Min Read 12 Views
Share:

Redaksi62news.com | JAKARTA — Sebuah bandara mungkin belum berdiri, namun pembicaraan mengenai bagaimana bandara tersebut kelak dikelola mulai menemukan arahnya.

Kamis, 10 September 2026, PT BIBU Panji Sakti bersama Zurich Airport membuka penjajakan kerja sama terkait peluang pengelolaan dan investasi Bandara Internasional Bali Utara. Pertemuan berlangsung di kantor Alien Design Consultant (Alien DC), Jakarta Selatan, dan mempertemukan pihak pengembang proyek dengan salah satu operator bandara berpengalaman dari Swiss.

 

PT BIBU Panji Sakti hadir melalui Direktur Pengembangan Usaha Jannes Pasaribu, didampingi Direktur Komunikasi Ahmed Kurnia dan Corporate Secretary Fritz Tanos. Sementara Zurich Airport diwakili Thomas Müller, Head Masterplan Aviation.

Pertemuan tersebut difasilitasi Alien DC, perusahaan desain arsitektur yang sejak awal terlibat dalam perancangan Bandara Internasional Bali Utara yang diprakarsai PT BIBU Panji Sakti.

 

CEO sekaligus pendiri Alien DC, Hardyanthony Wiratama atau Hardy, membuka pertemuan dengan harapan agar pembicaraan tersebut dapat berkembang menjadi kerja sama yang konkret dan memberikan manfaat bagi seluruh pihak.

“Semoga pertemuan ini nantinya akan membuahkan hasil kerja sama yang baik dan saling menguntungkan di antara para pihak,” ujar Hardy.

Bagi Alien DC, keterlibatan dalam proyek Bali Utara merupakan bagian dari perjalanan perusahaan yang tidak hanya berkutat pada rancangan arsitektur. Berdiri sejak 2016, Alien DC mengembangkan layanan arsitektur, interior, lanskap hingga engineering, mulai dari tahap konsep, gambar konstruksi, pengawasan lapangan hingga manajemen proyek.

Pengalaman tersebut telah membawa Alien DC mengerjakan berbagai proyek di Asia, Eropa dan Afrika, termasuk sejumlah proyek infrastruktur transportasi. Di antaranya Ekstensi Bandara Komodo, Bandara Mentawai Baru, Bandara El Tari, Bandara Internasional Vanuatu, Bandara Dili serta sejumlah proyek pelabuhan.

 

Untuk Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Alien DC mengerjakan Detail Engineering Design bersama Arkonin berdasarkan rancangan awal Atelier 6.

Dalam perjalanan tersebut, Bandara Internasional Bali Utara menjadi salah satu proyek yang memiliki karakter tersendiri. Desain bandara mengolah identitas Bali ke dalam bahasa arsitektur kontemporer, dengan konsep yang mengambil inspirasi dari Bedawang Nala, kura-kura kosmik dalam mitologi Bali, serta elemen Anantabhoga dan Basuki.

 

Konsep tersebut dipadukan dengan ruang hijau, energi terbarukan dan pendekatan terhadap pengalaman penumpang. Dengan demikian, rancangan tidak semata berbicara tentang bangunan, tetapi juga berupaya menghadirkan identitas Bali dalam sebuah infrastruktur modern.

Pertemuan dengan Zurich Airport kemudian membawa pembicaraan ke tahap yang lebih jauh.

Jika desain berbicara tentang bagaimana sebuah bandara dibangun dan dirasakan oleh penggunanya, maka kehadiran Zurich Airport membawa pertanyaan berikutnya: bagaimana bandara tersebut nantinya beroperasi dan berkembang.

Zurich Airport merupakan perusahaan asal Swiss yang memiliki sekaligus mengoperasikan Bandara Zurich. Pengalamannya juga mencakup pengembangan dan pengoperasian sejumlah bandara di berbagai negara melalui skema kepemilikan maupun konsesi.

 

Portofolio tersebut membentang dari Amerika Latin hingga Asia. Pada 2025, Zurich Airport tercatat memiliki kepemilikan penuh atas sejumlah bandara di Brasil, Chile dan proyek Noida International Airport di India, serta memiliki kepentingan pada sejumlah proyek bandara lainnya.

Pengalaman dalam mengembangkan bandara baru menjadi salah satu hal yang membuat keterlibatan Zurich Airport menarik dalam penjajakan proyek Bali Utara.

 

Salah satu contohnya adalah Noida International Airport di dekat Delhi, India, yang mulai beroperasi pada Juni 2026. Bandara tersebut memasuki tahap awal operasional dengan penerbangan domestik dan kargo sebelum penerbangan internasional menyusul.

Sementara di Brasil, sejumlah bandara yang mayoritas dimiliki Zurich Airport mencatat pertumbuhan penumpang lebih dari 10 persen pada semester pertama 2026. Florianópolis bahkan kembali dinobatkan sebagai bandara terbaik di Brasil untuk keenam kalinya secara berturut-turut.

 

Berbekal pengalaman tersebut, pembicaraan di Jakarta Selatan tidak lagi sebatas mengenai bentuk dan rancangan Bandara Internasional Bali Utara.

Dalam pertemuan itu, Zurich Airport menyatakan ketertarikannya untuk menjajaki keterlibatan dalam proyek Bali Utara, termasuk kemungkinan mengambil peran sebagai operator sekaligus mempertimbangkan peluang investasi.

Thomas Müller menyampaikan bahwa pembicaraan tersebut merupakan langkah penting dalam melihat kemungkinan kerja sama jangka panjang.

 

“Bagi kami, ini adalah pembicaraan yang penting karena menyangkut kemungkinan kerja sama jangka panjang,” kata Thomas.

Hasil pembicaraan tersebut, menurut Thomas, akan segera dilaporkan kepada jajaran direksi Zurich Airport di Swiss. Laporan itu nantinya menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan penyusunan memorandum of understanding (MoU) antara Zurich Airport dan PT BIBU Panji Sakti.

 

Bahkan setelah pertemuan di Jakarta, Thomas dijadwalkan kembali ke kantor pusat Zurich pada Kamis malam untuk menyampaikan perkembangan pembicaraan tersebut kepada manajemen Zurich Airport.

Bagi PT BIBU Panji Sakti, penjajakan tersebut menjadi sinyal bahwa pembahasan mengenai Bandara Internasional Bali Utara mulai bergerak ke ranah yang lebih substantif.

Jannes Pasaribu menegaskan, pembicaraan yang dilakukan tidak semata menyangkut pembangunan fisik sebuah bandara, tetapi juga bagaimana memastikan bandara tersebut nantinya mampu dikelola dengan standar internasional dan memberikan nilai tambah bagi Bali maupun Indonesia.

 

“Yang kami bicarakan bukan hanya bagaimana membangun bandara, tetapi bagaimana memastikan bandara ini nantinya dikelola dengan standar internasional dan mampu memberikan nilai tambah bagi Bali serta Indonesia,” ujar Jannes.

Menurutnya, pengalaman Zurich Airport dalam mengembangkan dan mengoperasikan bandara di berbagai negara menjadi hal penting bagi PT BIBU Panji Sakti untuk dipelajari.

“Pengalaman Zurich Airport dalam mengembangkan dan mengoperasikan bandara di berbagai negara tentu menjadi sesuatu yang sangat berharga untuk kami pelajari dan, jika prosesnya berjalan baik, bisa menjadi bagian dari perjalanan Bandara Internasional Bali Utara,” kata Jannes.

 

Bandara Internasional Bali Utara pada akhirnya bukan hanya berbicara tentang landasan pacu, terminal dan berbagai fasilitas pendukung. Di balik pembangunan sebuah bandara terdapat pertanyaan yang jauh lebih besar: siapa yang akan mengoperasikannya, standar pelayanan seperti apa yang akan diterapkan, serta bagaimana bandara tersebut dapat tumbuh menjadi simpul ekonomi tanpa kehilangan karakter dan identitas daerah tempatnya berdiri.

Pertemuan antara PT BIBU Panji Sakti, Zurich Airport dan Alien DC mempertemukan tiga kepentingan dalam satu ruang pembicaraan: desain, pengembangan proyek dan pengalaman operasional bandara.

 

Alien DC membawa rancangan. PT BIBU Panji Sakti membawa gagasan dan proyek Bandara Internasional Bali Utara. Sementara Zurich Airport membawa pengalaman sebagai operator dan pengembang bandara internasional.

Belum ada keputusan akhir mengenai bentuk kerja sama tersebut. Namun pada Kamis, 10 September 2026, satu langkah telah dimulai.

 

Sebuah percakapan tentang masa depan Bandara Internasional Bali Utara—bukan hanya bagaimana bandara itu akan dibangun, tetapi bagaimana kelak ia dapat dikelola, dikembangkan dan memberi nilai bagi Bali serta Indonesia.

 

 

Informasi Redaksi
JurnalisRah tanjex
EditorDek juli
SumberBIBU
Penanggung JawabRedaksi
Advertisement