Redaksi62news.com | GIANYAR – Aspirasi para Penglingsir Puri, raja, dan sultan se-Bali terkait percepatan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) mendapat tindak lanjut dari pemerintah pusat. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dudung Abdurachman bergerak cepat melakukan koordinasi sebagai implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto guna membahas langkah lanjutan pembangunan proyek strategis nasional tersebut.
Tindak lanjut tersebut diawali dengan audiensi para Penglingsir Puri, raja, dan sultan se-Bali yang tergabung dalam Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali bersama Kepala Staf Kepresidenan di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 17 Juli 2026.
Dalam pertemuan itu, para tokoh adat Bali menyampaikan aspirasi masyarakat agar pemerintah segera merealisasikan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Mereka menilai kehadiran bandara menjadi kebutuhan strategis untuk memperkuat konektivitas sekaligus mewujudkan pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang selama ini lebih terpusat di wilayah Bali Selatan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Dudung Abdurachman menyatakan akan menyampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Setelah menerima laporan tersebut, Presiden memberikan arahan agar dilakukan langkah-langkah tindak lanjut melalui koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
Komitmen itu kemudian diwujudkan melalui kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan ke Bali. Pada Rabu (29/7/2026), Dudung menghadiri pertemuan di Puri Agung Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, yang dihadiri para Penglingsir Puri se-Bali, jajaran PT BIBU Panji Sakti, tokoh masyarakat Bali Utara, serta sejumlah pihak yang mendukung percepatan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara.
Dalam dialog tersebut, para Penglingsir Puri dan tokoh masyarakat Kubutambahan meminta penjelasan mengenai perkembangan hasil penyampaian aspirasi kepada Presiden. Mereka berharap proses yang telah berjalan dapat segera menghasilkan kepastian sehingga pembangunan bandara dapat direalisasikan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Bali Utara.
Pada kesempatan itu, Dudung mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan perhatian serius terhadap aspirasi yang disampaikan para tokoh adat Bali.

Patroli Laut Satpolairud Polresta Denpasar Intensifkan Pengawasan Perairan, Cegah Penyelundupan
“Alhamdulillah setelah beberapa hari para raja-raja Bali bertemu saya di kantor, kemudian langsung memberikan pernyataan kepada media. Rupanya hal itu langsung direspons oleh Bapak Presiden,” ujar Dudung.
Ia menjelaskan, Presiden kemudian menghubungi Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, untuk menindaklanjuti rencana pembangunan Bandara Bali Utara.
“Presiden kemudian menghubungi Pak Aries Marsudiyanto selaku Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), lalu beliau menelepon saya untuk menindaklanjuti rencana pembangunan Bandara Bali Utara,” ungkap Dudung.
Sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden, Dudung dijadwalkan menghadiri rapat koordinasi bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dan Kepala Bappisus Aries Marsudiyanto pada Kamis (30/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali guna membahas langkah percepatan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara.
Menurut Dudung, rapat tersebut merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden agar proses pembangunan dapat berjalan secara terkoordinasi.
“Pertemuan ini merupakan tindak lanjut atas arahan langsung dari Bapak Presiden. Mudah-mudahan apa yang diinstruksikan beliau dapat berjalan dengan baik dan menjadi harapan kita semua, sehingga Bali Utara memiliki penyeimbang bagi perkembangan Bali Selatan,” katanya.
Rangkaian langkah yang berlangsung dalam kurun waktu kurang dari dua pekan, mulai dari penyampaian aspirasi di Istana Kepresidenan, kunjungan kerja Kepala Staf Kepresidenan ke Bali, hingga rapat koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah, menunjukkan adanya tindak lanjut pemerintah terhadap aspirasi masyarakat Bali mengenai pembangunan Bandara Internasional Bali Utara.
Bandara Internasional Bali Utara sendiri merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 10 Februari 2025. Sebelumnya, pada 3 November 2024 di Sanur, Presiden Prabowo juga telah menyampaikan komitmennya untuk merealisasikan pembangunan North Bali International Airport sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas nasional, mendorong pemerataan pembangunan, serta membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Bali Utara.






