Ikuti Kami
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cara Orang Melamar Kerja Ke Depan Sepertinya Akan Benar-benar Berubah. Kalau Dulu Masih Mengandalkan Hrd

Redaksi 62News 02/05/2026 2 Min Read 24 Views
Share:

Redaksi62news.com | KARAWANG – Cara orang melamar kerja ke depan sepertinya akan benar-benar berubah. Kalau dulu masih mengandalkan HRD, bahkan tak jarang dikaitkan dengan “orang dalam”, kini perusahaan mulai beralih ke sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) yang bekerja serba otomatis dan objektif (02 Mei 2026)

 

Ketua Forum HRD KIIC, Zainul Akhwil, mengungkapkan bahwa penggunaan AI dalam proses rekrutmen bukan lagi sekadar wacana. Saat ini, sejumlah perusahaan sudah mulai menerapkannya dan ke depan akan semakin masif.

 

 

“Dunia sekarang berubah cepat. Jadi SDM juga harus ikut berubah. Siapa yang menguasai teknologi, dia yang akan unggul,” ujarnya dalam acara kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Online Single Submission (OSS) yang digelar Forum HRD KIIC di Swisbell Hotel, Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan Human Resources Development (HRD) dari berbagai kawasan industri.

 

Ia menjelaskan, dalam sistem baru ini hampir seluruh tahapan rekrutmen akan dilakukan oleh AI. Mulai dari ribuan CV yang masuk, semuanya akan dibaca dan diseleksi otomatis oleh sistem. Kandidat yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan akan langsung masuk ke tahap berikutnya.

 

Menariknya, bukan hanya seleksi berkas. AI juga akan menjadwalkan wawancara, bahkan melakukan interview itu sendiri. Hasilnya kemudian dianalisis kembali oleh sistem untuk menentukan siapa yang layak diterima.

 

“Jadi benar-benar full digital. Dari awal kirim lamaran sampai penentuan diterima atau tidak, semua diproses oleh AI,” jelasnya.

 

Dengan sistem ini, praktik seperti titipan, koneksi, atau “orang dalam” dipastikan akan semakin sulit terjadi. Proses seleksi menjadi lebih transparan karena sepenuhnya berdasarkan data dan kualifikasi.

 

Tak berhenti sampai di situ, peran AI juga akan terus berlanjut setelah seseorang diterima bekerja. Kinerja karyawan, mulai dari absensi, produktivitas, hingga pencapaian target kerja (KPI), akan dipantau dan dianalisis oleh sistem.

 

Meski terdengar “menyeramkan” bagi sebagian orang, AI sebenarnya bukan ancaman. Justru sebaliknya, teknologi ini hadir untuk mempermudah dan membuat sistem kerja lebih rapi serta terukur.

 

Namun, ada satu hal penting yang harus disiapkan para pencari kerja: kemampuan beradaptasi. Salah satunya dengan memahami cara membuat CV yang bisa “dibaca” oleh AI, serta meningkatkan kemampuan di bidang teknologi.

 

“Pelamar juga harus upgrade. Minimal tahu bagaimana CV-nya bisa terbaca sistem, sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” tambahnya.

 

Sementara itu, peran HRD ke depan diperkirakan akan ikut berubah. Beberapa pekerjaan administratif akan digantikan oleh sistem, meski tetap dibutuhkan peran manusia untuk pengambilan keputusan strategis.

(Skr04)

Informasi Redaksi
JurnalisSukarno
EditorRedaksi
SumberForum HRD KIIC
Penanggung JawabRedaksi
Advertisement