Redaksi62news.com | JAKARTA , Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, menegaskan bahwa peran Humas Polri semakin strategis di tengah derasnya arus informasi digital. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polri 2026 di Jakarta.
Dalam arahannya, Wakapolri menekankan bahwa informasi yang tidak akurat berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Sebaliknya, penyampaian informasi yang tepat, cepat, dan kredibel mampu menjaga stabilitas serta ketenangan publik.
“Humas Polri harus menjadi garda terdepan dalam memastikan setiap informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya.

Tim Gugus Tugas Pangan Polres Bangli Laksanakan Penanaman Jagung Kuartal III 2026 di Kintamani
Lebih lanjut, ia mendorong transformasi Humas Polri melalui pendekatan intelligence-led communication, yakni strategi komunikasi berbasis analisis data. Pemanfaatan teknologi digital seperti big data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan disinformasi di era modern.
Selain penguatan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) juga menjadi fokus utama. Kemampuan komunikasi yang adaptif dan profesional bagi seluruh personel dinilai penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus memperkuat citra institusi Polri.
Rakernis Humas Polri 2026 ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah serta mewujudkan visi pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden Republik Indonesia.






