Redaksi62news.com | DENPASAR, Selasa 5 Mei 2026 — Upaya menjaga Bali tetap aman dan tertib terus diperkuat melalui kolaborasi lintas instansi. Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Leonardo David Simatupang, S.I.K., M.H., melaksanakan silaturahmi strategis dengan Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Wawan Dharmawan, bertempat di Hotel Puri Santrian.
Pertemuan ini menjadi ruang dialog penting dalam mempererat sinergitas antara Polresta Denpasar dan Bea Cukai Ngurah Rai, khususnya dalam menghadapi tantangan pengawasan peredaran barang ilegal serta penegakan hukum di wilayah Bali.
Dalam pembahasan, Wawan Dharmawan menyoroti meningkatnya kompleksitas modus pelanggaran, termasuk praktik penyalahgunaan pita cukai—di mana pita cukai asli dilepas dan diperjualbelikan kembali secara ilegal. Ia menekankan pentingnya dukungan kepolisian untuk memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap praktik-praktik tersebut.
Selain itu, perhatian juga diarahkan pada potensi kerawanan di jalur laut, terutama dengan rencana operasional fast boat rute Banyuwangi–Denpasar. Jalur ini dinilai memiliki potensi disalahgunakan untuk aktivitas ilegal, sehingga membutuhkan pengawasan terpadu dari berbagai pihak.
Menanggapi hal tersebut, Kapolresta Denpasar menegaskan komitmen penuh jajarannya dalam mendukung tugas Bea Cukai. Melalui Satuan Reskrim, khususnya Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter), Polresta siap menindak tegas pelanggaran, termasuk kasus pemalsuan pita cukai. Pengawasan juga diperkuat di kawasan pelabuhan, terutama terhadap kapal yacht yang beroperasi tanpa dokumen dan berpotensi dimanfaatkan untuk penyelundupan narkoba maupun barang terlarang.
Lebih dari sekadar koordinasi, pertemuan ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga Bali sebagai wilayah yang aman, tertib, dan bebas dari praktik ilegal. Dengan kolaborasi yang semakin solid, kedua instansi berharap mampu menghadirkan perlindungan yang lebih optimal bagi masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Sinergi ini menjadi bukti bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan hasil dari kebersamaan, komitmen, dan kepedulian demi Bali yang tetap damai dan bermartabat.







