Redaksi62news.com | TABANAN — Penantian panjang masyarakat untuk memiliki akses jalan penghubung antarwilayah akhirnya mulai terwujud. Hampir enam dekade warga menantikan terbukanya akses yang menghubungkan Banjar Dinas maupun Banjar Adat Munduk Dawa dengan Banjar Adat Puring di Desa Sangketan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.
Pembukaan akses jalan tersebut dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat bersama jajaran PAC Partai Demokrat Kecamatan Penebel, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Partai Demokrat yang diarahkan pada kegiatan yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Bali, I Made Mudarta, S.Sos., mengatakan terbukanya akses tersebut menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat setempat. Menurutnya, jalan yang selama ini diidam-idamkan warga akhirnya mulai dikerjakan berkat kekompakan masyarakat dan dukungan berbagai pihak.
“Pertama, hari ini sangat bersejarah. Hampir enam puluh tahun masyarakat di sini mengidam-idamkan agar jalan ini ada. Karena ini menghubungkan dua banjar, baik banjar dinas maupun banjar adat, yaitu Munduk Dawa dengan Banjar Adat Puring,” ujar Mudarta.
Menurut Mudarta, terwujudnya pembukaan jalan tersebut tidak terlepas dari kesediaan masyarakat, khususnya para pemilik lahan, yang bersedia memberikan sebagian tanahnya untuk kepentingan akses jalan.
Ia menyebut Partai Demokrat memberikan pendampingan dan bantuan untuk mendukung pembukaan jalur tersebut. Jalan yang dibuka memiliki lebar sekitar lima meter dengan panjang mencapai 1,26 kilometer.
“Ini tentu atas berkah yang diberikan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Kuasa. Kedua, tentu atas kekompakan masyarakat di sini, utamanya yang memiliki lahan dan bersedia tanahnya digunakan sebagian untuk jalan,” katanya.
Mudarta menegaskan, semangat utama dari kegiatan tersebut bukan semata-mata persoalan besarnya biaya, melainkan bagaimana aspirasi masyarakat untuk memiliki akses jalan dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong.

Ratusan Mahasiswa Ramaikan Konser GENETIK UNHI Denpasar, Polsek Dentim Kawal Keamanan Kegiatan
“Kalau kami Demokrat, karena semangat kita gotong royong, iuran. Kami tidak pikirkan biayanya, yang penting jalan ini bisa terwujud,” ujarnya.
Pangkas Jarak dan Buka Akses Ekonomi
Keberadaan jalan baru tersebut diharapkan mampu memperpendek jarak tempuh masyarakat menuju sejumlah fasilitas publik. Jalur ini juga dinilai penting bagi aktivitas pendidikan, keagamaan, sosial, hingga perekonomian warga.
Akses tersebut menghubungkan kawasan permukiman warga di wilayah Munduk Dawa, Puring, dan Pekandelan. Selain itu, jalur tersebut menjadi akses yang lebih dekat menuju SD Negeri 6 Penatahan serta Pura Luhur Tamu Waras.
Dengan terbukanya jalan, anak-anak yang bersekolah di SD Negeri 6 Penatahan diharapkan memiliki akses perjalanan yang lebih dekat. Demikian pula masyarakat yang hendak melaksanakan persembahyangan ke Pura Luhur Tamu Waras akan lebih mudah menjangkau lokasi.
Dari sisi ekonomi, jalan tersebut juga diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.
Mudarta menyebut sejumlah hasil bumi masyarakat, seperti salak, cokelat, kelapa, dan pisang, akan lebih mudah diangkut setelah akses jalan dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Utamanya masyarakat di sini memiliki jalan sehingga aksesnya menuju tempat-tempat fasilitas umum, pendidikan, rumah sakit, puskesmas, posyandu, begitu juga jalur logistik untuk mengangkut hasil panen di sini, baik itu salak, cokelat, kelapa maupun pisang, akan lebih mudah,” jelasnya.
Menurutnya, akses transportasi yang semakin baik diharapkan dapat menekan biaya pengangkutan hasil produksi masyarakat. Dengan demikian, nilai ekonomi yang diterima warga diharapkan turut meningkat.
“Sehingga biaya yang ditimbulkan akan lebih murah dan penghasilan yang didapatkan masyarakat akan lebih tinggi. Semangat Demokrat seperti itu,” imbuh Mudarta.
Dikerjakan Secara Gotong Royong
Ketua PAC Partai Demokrat Penebel, I Made Suka Wijaya, S.Pd., mengatakan pembukaan jalan tersebut berawal dari aspirasi masyarakat. Karena itu, momentum HUT Partai Demokrat dimanfaatkan untuk mendorong kegiatan yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
“Inisiatif ini lahir langsung dari aspirasi dan dorongan murni masyarakat,” ujar Suka Wijaya.
Pengerjaan jalan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat dan jajaran PAC Partai Demokrat Penebel. Dukungan juga datang dari kader Partai Demokrat di tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat.
Mengingat kondisi medan yang cukup berat, pengerjaan jalur tersebut turut menggunakan alat berat. Proses yang sebelumnya diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar enam hari ternyata membutuhkan waktu lebih panjang.
Memasuki hari kedelapan, proses pengerjaan masih terus dilakukan untuk membuka dan meratakan badan jalan sesuai kondisi serta kebutuhan di lapangan.
Perbekel Desa Sangketan, I Nyoman Sugiarta atau Mang Gita, turut menyambut baik pembukaan akses tersebut. Menurutnya, keberadaan jalan baru menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Desa Sangketan.
Selain menunjang aktivitas pendidikan dan keagamaan, jalur tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga menuju kawasan Puncak Sari yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat, termasuk dalam pengangkutan hasil bumi.
Bagi masyarakat setempat, terbukanya akses jalan ini bukan hanya soal hadirnya infrastruktur baru. Jalan tersebut diharapkan menjadi penghubung yang dapat memangkas jarak, mempermudah aktivitas sehari-hari, serta membuka akses yang lebih baik terhadap fasilitas pendidikan, keagamaan, pelayanan publik dan kegiatan ekonomi.
Peringatan HUT Partai Demokrat di Kecamatan Penebel pun diisi dengan kegiatan yang mengedepankan semangat gotong royong dan kebermanfaatan langsung bagi masyarakat. Bagi warga yang telah menunggu hampir enam dekade, pembukaan jalur tersebut menjadi langkah awal dari terwujudnya akses yang selama ini mereka harapkan.






