Redaksi62news.com | DENPASAR – Menjelang peringatan Hari Bakti ke-69, Kodam IX/Udayana menunjukkan komitmennya tidak hanya menjaga kedaulatan bangsa, tetapi juga menjaga masa depan lingkungan Bali. Melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema Penanganan Sampah Berbasis Kolaborasi dan Kearifan Lokal yang digelar di Ruang Airlangga Makodam IX/Udayana, Rabu (13/5/2026), berbagai elemen masyarakat dipertemukan untuk mencari solusi nyata menghadapi persoalan sampah yang semakin kompleks.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi itu menjadi ruang sinergi antara TNI, pemerintah, akademisi, penggiat lingkungan, tokoh masyarakat, hingga insan media. Semangat kebersamaan terasa kuat dalam forum yang mengedepankan kepedulian, tanggung jawab, dan aksi kolektif demi menjaga Bali tetap bersih, sehat, dan lestari.
Dalam sambutan Pangdam IX/Udayana yang dibacakan Kasdam, ditegaskan bahwa persoalan sampah bukan lagi sekadar isu kebersihan, melainkan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat, pariwisata, dan keberlangsungan lingkungan hidup Bali.
“Penanganan sampah tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dan kesadaran bersama. Kodam IX/Udayana hadir sebagai bagian dari solusi melalui implementasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sekaligus mendukung instruksi Presiden RI agar TNI turut aktif menjaga kelestarian lingkungan,” tegasnya.
Diskusi berlangsung hangat dan konstruktif melalui pemaparan sejumlah narasumber kompeten dari berbagai bidang. Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Dwi Arbani, menekankan pentingnya tata kelola sampah terpadu dan budaya memilah sampah sejak dari rumah tangga.
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini menyoroti pentingnya pengolahan sampah mandiri berbasis sumber sebagai solusi efektif mengurangi beban TPA. Pendekatan ini dinilai mampu membangun kemandirian masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran ekologis secara berkelanjutan.







